Strategi Promosi Pemasaran yang Efektif

STRATEGI PROMOSI PEMASARAN

Sehebat apapun branding produknya, jika berhenti dipromosikan, lama kelamaan akan mati dan kalah dalam persaingan…

Saya ada cerita sedikit, saya lahir di tahun 90an… saat itu ada jajanan (snack) yang ngetop, seperti yang ada pada gambar di bawah ini….

jajanan lawas yang punah

Jajanan ini sangat ngetop meski tanpa ada promosi iklan pun saat itu (seingat saya)

Tapi, lambat laut jajanan lawas itu akhirnya punah juga…

Meski ada banyak faktor, salah satu alasannya karena tidak melakukan promosi dan posisinya kalah oleh jajanan yang melakukan promosi….

Itu bukti betapa kuat strategi promosi produk terhadap penjualan….

Belum percaya?

Saya punya satu cerita lagi,

Di Kota Malang dalam kurun waktu 2016-2017, ada banyak tempat makan baru yang dibuka…. Tapi tidak semuanya ramai dikunjungi…. Dan pada akhirnya, sebagian dari mereka sudah tak nampak lagi. Alias gulung tikar….

Setelah saya amati, sebagian yang gulung tikar atau tutup itu hanya sekadar membuka saja, tanpa melakukan promosi…

Modalnya terbatas, makanya tidak melakukan promosi… apakah itu alasannya?

Ini adalah paradigma yang keliru,

Saya memang tidak bisa memungkiri kalau promosi butuh biaya, tapi tak selalu biaya yang besar…. Sebab, promosi yang efektif itu adalah promosi yang unik dan kreatif sehingga dapat memberikan pesan yang merangsang konsumen untuk datang dengan sendirinya….

Singkatnya, promosi tidak harus berupa iklan televisi, koran, media lain atau memasang baliho dan spanduk di pinggir jalan…..

Salah satu teman sekelas saya di SMP dulu, saat ini membuka sebuah kedai es krim (sekarang sudah dikembangkan bukan hanya es krim saja) Sumochi

Promosi yang dilakukan, dia tidak banyak menggunakan iklan spanduk atau baliho (seingat saya, bahkan tidak sama sekali)

Dia hanya menggunakan desain poster lucu yang disebar luaskan melalui sosial media….

Isi pesan dalam posternya cenderung unik dengan bahasa anak muda, karena pangsa pasarnya kebanyakan anak muda.

Hal yang paling kreatif menurut saya, dia lebih sering membuat promosi gratis atau diskon dengan catatan konsumen ikut mempromosikan kepada temannya juga melalui sosial media…. Seperti melakukan upload foto makanan di Sumochi

strategi promosi pemasaran yang kreatif

Intinya, strategi promosi pemasaran itu adalah bagaimana kita menyampaikan pesan pada konsumen tentang produk kita agar mereka tertarik….

Strategi promosi pemasaran yang bisa dicoba seperti ini,

1. Delivery order

Saya yakin, kamu sudah tahu apa itu delivery order (DO)

….yah, sebuah layanan yang diberikan oleh toko/tempat usaha berupa pengiriman ke konsumen langsung hari itu juga dan dalam waktu selekas mungkin….

Umumnya, dilakukan dalam satu kota….

Kelihatannya sepele…. tapi ini memberikan efek yang ampuh pada peningkatan omset penjualan….

Maka tidak heran, ketika sebelum tahun 2000an para perusahaan waralaba asing sudah banyak menerapkan sistem layanan seperti itu….

Dan…. akhir-akhir ini mulai marak diikuti oleh banyak bidang usaha dalam negeri, terutama kuliner…

Peluang yang dibidik adalah mereka yang….

  • Menginginkan produkmu tapi malas untuk pergi keluar
  • Menginginkan produkmu tapi tidak sempat keluar karena kesibukan
  • Menginginkan produkmu tapi terkendala cuaca di Indonesia yang sering tidak mendukung….

Sekarang, apa kamu masih mau menyia-nyiakan peluang ini?

Rugi?

Tentu tidak…. selain omset penjualanmu bisa naik, ongkos kirimnya juga ditanggung pembeli kan?

2. Soft selling lebih baik dari hard selling

Kamu masih ingat dengan yang saya bahas di atas terkait hard selling dan soft selling?

Kali ini saya akan membahasnya lebih secara luas lagi agar bisa diterapkan secara offline maupun online….

Kita perjelas saja dengan menggunakan contoh,

Jual manfaat bukan produknya

Saat ini, konsumen lebih cerdas dalam menentukan pilihan, jadi semakin selektif….

Ditambah lagi informasi seputar produk juga sangat mudah untuk diperoleh mengingat akses informasi sudah sangat mudah untuk diakses….

Jadi… menjual langsung produk ke konsumen bukan lagi cara yang efektif (meski sebenarnya dari dulu juga tidak lagi efektif)

Sebab…. semakin cerdasnya konsumen mereka semakin selektif terkait manfaat produk itu bagi mereka….

Berbicara terkait manfaat, pasti tak jauh dari kebutuhan apa yang bisa dipenuhi oleh produkmu bagi konsumen, benar kan?

Coba tonton video berikut!

Video tersebut adalah cuplikan dari adegan dari film “success story” dari Jordan Belfort’s dengan judul The Wolf of Wall Street…

Belfort’s mensimulasikan bagaimana cara menjual pena, ya…. hanya sebuah pena…

Dibagian part akhir, ada tiga orang yang berusaha mempromosikan pena tersebut dengan menjelaskan tentang pena tersebut…. tapi tidak ada yang berhasil….

Sementara di bagian awal, ketika Belfort’s mengumpulkan tim, dia juga melakukan hal yang sama…. Simulasi menjual pena…

Salah satu temannya hanya melakukan hal yang sederhana…. mengaitkan manfaat dari pena dengan kebutuhan konsumen….

Rumusnya seperti ini,

  1. Penjual menggali kebutuhan konsumen, dalam contoh ditunjukkan dengan permintaan “Tuliskan namaku!” sementara konsumen tidak memiliki alat tulis….
  2. Penjual mencari kebutuhan yang bisa dipenuhi dengan manfaat produknya, dalam film di atas ditunjukkan dengan mengaitkan fungsi pena dan kebutuhan konsumen akan alat tulis…..
  3. Produkmu terjual

Dalam melakukan soft selling dengan cara ini, kamu memiliki kelebihan dengan memiliki produk dan paham apa manfaatnya….

Sekarang, permasalahannya adalah bagaimana cara menggali kebutuhan?

Kamu harus ingat ini, kebutuhan sering berangkat dari permasalahan… dan, kebutuhan yang mendesak memiliki peluang paling besar yang menyebabkan produk bisa terjual…

Jadi…. tugas awalnya adalah menggali permasalahan yang dihadapi konsumen….

Contohnya seperti ini,

Kamu memiliki produk laptop, cara menggali permasalahan mereka bisa berkaitan dengan profesi, mengingat laptop fungsinya berkaitan dengan pengerjaan suatu pekerjaan…

Misal, dari situ kamu ketahui profesinya terbagi seperti berikut:

  • Pelajar
  • Mahasiswa jurusan yang berkaitan IT
  • Mahasiswa jurusan selain yang berkaitan IT
  • Akunting
  • Administrasi
  • IT Programmer
  • Graphic Designer

Itu hanya contoh, sebenarnya dari situ kamu bisa tahu tugas atau bidang kerja mereka, tapi untuk memastikannya kamu bisa menggalinya… seperti,

  • membuat laporan
  • programing
  • mengerjakan tugas
  • dll

Dari situ kamu sudah bisa membuat kesimpulan kebutuhan laptop seperti apa yang mereka butuhkan, lalu kamu mulai bisa mengaitkan manfaat dari tiap spesifikasi produk dengan kebutuhan mereka dengan sejujur-jujurnya….

Umumnya para sales sering menanyakan perihal budget atau anggaran belanja…. Yah, memang ini juga penting…. tapi sebagai bahan referensi saja, bukan sebagai acuan….

Maksudnya, ketika mereka memang memiliki anggaran terbatas (mahasiswa) kamu bisa memberikan produk yang memiliki manfaat bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan harga yang masih terjangkau dengan anggaran….

Tapi, tidak ada salahnya kamu menawarkan semua produk yang memiliki manfaat untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing produk sejujur-jujurnya….

 3. Jadi sponsor acara mahasiswa dan anak sekolah, lalu lakukan share profit.

Menjadi sponsor suatu acara, suatu kegiatan, atau suatu program stasiun televisi memiliki tujuan memperkenalkan produk ke konsumen terutama mereka yang terlibat dalam kegiatan, acara atau menonton sebuah acara tv….

Tapi…. tentu saja menjadi sponsor sebuah kegiatan besar, biaya sponsorship yang harus dikeluarkan juga besar….

Tapi…. saya punya solusi menarik….

Seperti judul sub bab, menjadi sponsor acara mahasiswa dan anak sekolah….

Acara anggaran sponsorship untuk kegiatan sekolah atau mahasiswa tentu tak sebesar acara yang digelar oleh para event organizer yang mengundang banyak artis ternama atau tokoh penting….

Peluang yang diambil seperti ini,

  1. Sumber dana kegiatan sekolah (ulang tahun sekolah) dan acara kepanitiaan mahasiswa memiliki sumber dana terbatas…. Sehingga mereka sangat terbuka dengan sponsoship….
  2. Kamu bisa menambahkan perjanjian untuk mendirikan stand khusus ketika acara hari-H
  3. Jumlah panitianya yang banyak, bisa mencapai 100 orang dan memiliki sistem semua akan bergotong royong bisa kamu jadikan peluang dengan cara share profit, kamu bisa menambah 100 sales tanpa digaji, bukan?

4. Endorse oleh influencer

Sepertinya, saya tidak perlu menjelaskan lagi apa itu endorse…. Selain sudah saya jelaskan sedikit di atas, saya kira kata endorse sudah menjadi kosa kata yang sering muncul akhir-akhir ini…. terutama jika kamu masih aktif sosial media….

Endorse tak jauh beda dari brand ambasador…. Hanya saja, brand ambasador dilakukan oleh artis karena brand tersebut akan melekat dalam jangka waktu lama….

Sementara endorse bisa siapa saja, bisa dengan berbayar dan juga sukarela konsumen yang memberikan rekomendasi gratis….

Tapi… kali ini kita akan bahas yang berbayar oleh influencer sosial media….

Sebelumnya, dalam penggunaan sosial media terdapat dua istilah pengguna…

Influencer dan follower….

follower adalah mereka yang sekadar mengikuti orang lain dan menanggapi apa yang influncer lakukan…. dan apa yang mereka lakukan di sosial media tidak banyak menyebkan interaksi

sementara influencer adalah mereka yang memiliki banyak follower, dan ketika mereka melakukan sesuatu di sosial media menyebabkan ada banyak interaksi….

Dan kebanyakan influencer membuka kerjasama untuk menjadi endorse

Dengan banyaknya follower aktif yang mereka miliki, sudah paham kan bagaimana dampak endorse oleh influencer bagi produkmu?

Tapi ada dua larangan yang harus kamu pahami,

  1. Jangan hanya melihat dari jumlah follower, karena bisa saja tidak aktif
  2. Jangan hanya menilai keaktifan follower dari jumlah like saja, sebab like saat ini bisa dibeli…. lihat jumlah komentar dan buat presentase dengan jumlah follower-nya (Tapi ingat, bukan komentar yang bersifat spam)

5. Promosi unik yang diingat

Promosi unik yang diingat menurut saya ini adalah cara meningkatkan omset penjualan yang efektif dengan cepat melalui teknik promosi soft selling….

Tujuan akhirnya memang produk kita terjual….

Tapi…. tujuan utamanya adalah mengingatkan konsumen pada produk kita…

Lihat video berikut…

Itu adalah iklan salah satu produk air mineral di Indonesia, disajikan dengan gaya humor tanpa ada promosi secara hard selling….

Esensi dari iklan itu adalah fokus/konsentrasi dengan meminum air mineral tersebut….

Dampaknya…. ketika seseorang merasa kurang fokus akan mengingat produk itu…. bahkan ketika ada teman atau rekan yang tidak fokus, ingatan pertama juga tentang merek tersebut….

Semakin melekat di ingatan, maka jika membutuhkan produk air mineral, peluang untuk terjualnya semakin besar

6. Memasang iklan tertarget disertai call to action

Beriklan perlu dilakukan jika kamu memang memiliki anggaran lebih…

Sebab… pengaruhnya pada penjualan sangat pesat….

Masalahnya,

Ada banyak media yang menyediakan layanan pasang iklan, baik yang bersifat offline ataupun online….

  • Televisi
  • Radio
  • Surat kabar
  • Majalah
  • Facebook Ads
  • Google Adword
  • Website atau blog
  • dll

Sekarang bagaimana?

Ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan jika ingin menggunakan jasa layanan pemasangan iklan

  1. Pertimbangkan anggaranmu….
  2. Sebenarnya, tidak masalah kamu memasang iklan di media manapun…. kamu hanya perlu memperhatikan hal-hal berikut ini….
  3. Kisaran angka berapa jumlah pengguna medianya? Jika sedikit itu percuma, sebagai contoh majalah lokal yang pangsa pasarnya sedikit dan belum terlalu terkenal
  4. Siapa saja kira-kira audiensnya? Apakah sesuai dengan traget konsumen yang kamu harapkan? Ada beberapa media yang memiliki target konsumen khusus, contohnya majalah khusus wanita, radio khusus remaja, acara televisi khusus anak dan lain sebagainya….
  5. Jika berbicara target, saya tidak terlalu menyarankan surat kabar, kecuali kamu memiliki iklan voucher belanja atau diskon (terutama kebutuhan rumah tangga)
  6. Kebanyakan pembaca koran adalah pembaca berita, bukan pembaca iklan baris…. Mungkin tak lebih dari 10% konsumen yang sengaja mencari iklan jitu…. Selain itu, iklan sejenis yang ditampilkan pada surat kabar juga banyak tersedia di media online….. Satu masalah lagi, surat kabar target pasarnya tidak terdiferensiasi secara khusus seperti majalah atau radio….
  7. Beriklan dengan cara online memang bisa kita mengatur target audiens sedetail mungkin…. tapi untuk sosial media tidak terlalu saya sarankan jika yang kamu lakukan bukan soft selling – seperti yang sudah kita bahas di bab sosial media di atas…. Sekali lagi, saya ingatkan…. Pengguna sosial media tujuannya ingin bersosialita bukan mencari iklan….
  8. Menurut saya, memasang iklan paling efektif adalah menggunakan google adwords…. Salah satu layanan periklanan milik raksasa mesin pencari dunia itu….

Layanan  google adwords ini, sangat benar-benar tertarget…. Sebab, iklanmu hanya akan muncul jika audiens memang mencarinya…..

Kelebihan google adwords adalah sebagai berikut:

  • Tertarget karena iklan tampil pada mereka yang mencarinya, terlihat dari kata kunci di mesin pencari dan kebiasaan audiens….
  • Dilengkapi alat analisis google keyword planner, dimana disajikan data berupa jumlah pencarian rata-rata kata kunci per bulan, sehingga kamu bisa tahu apakah ada yang mencari tahu tentang produk jenis milikmu atau tidak… Dan berapa besar jumlahnya…

    Contoh Google Keyword Planner Kata Kunci Sepatu Lukis

  • Dalam Iklan, yang terpenting adalah terdapat Call to action…. Seperti berupa tombol (jika online) yang memfasilitasi untuk membeli dengan cepat….  Agar audiens yang meminati produkmu bisa melakukan proses pembelian saat itu juga…. Sebab, jika sudah beralih untuk melihat yang lain kemungkinan untuk menunda-nunda, beralih pilihan, lupa atau tidak jadi beli pasti ada…..
  • Lalu, gunakan metode batas waktu untuk semakin mendesak audiens iklan agar segera membeli….. Batas waktu ini juga bisa dilakukan untuk promo dengan metode lain…. bukan hanya yang melalui iklan berbayar saja….

Penutup

Saat ini, baru itu strategi promosi pemasaran yang bisa saya bagikan.

Sebenarnya, strategi promosi pemasaran tidak dibatasi dari apa yang saya sampaikan di atas….kamu masih bisa mengembangkannya lagi sekreatif mungkin…

Dan dari saya, jika ada pengalaman, ide atau pandangan baru akan saya lengkapi di kemudian hari

Kukuh Niam Ansori

Saya, Kukuh Niam Ansori, 26 tahun, Account Officer di BPR Lestari Jatim. Saya memiliki mimpi, untuk bisa membuka usaha sendiri dan membuka lapangan kerja sebanyak mungkin. Dalam blog ini, Saya akan membagikan apa yang sudah saya pelajari dan saya terapkan kepada pembaca blog Rintisan.Net, sehingga panduannya jadi lebih mudah untuk dipahami dan diterapkan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *