Strategi Harga Produk (Dalam Strategi Pemasaran)

STRATEGI HARGA PRODUK

Kamu pernah dengar istilah manusia sebagai makhluk ekonomi?

Mengharapkan hasil yang maksimal dengan mengeluarkan usaha/ pengorbanan (terutama biaya) yang seminimal mungkin. – berpikir efisien

Singkat cerita,manusia sangatlah peka terhadap harga (biaya yang harus mereka keluarkan untuk memperoleh sesuatu)

Nah…. kepekaan terhadap harga tersebutlah yang akan kita manfaatkan untuk meningkatkan omset penjualan dengan cepat.

Ada beberapa strategi harga produk yang bisa saya bagikan, antara lain:

1. Berikan layanan dan servis gratis

Siapa yang tidak mau mendapatkan servis atau layanan gratis?

Sekitar di bulan November tahun 2016, ada sales peralatan kompor gas yang datang ke rumah…

Tapi mereka tidak datang untuk menawarkan peralatan kompor, tapi menawarkan layanan kontrol untuk kompor gas secara gratis

Lalu, mereka memeriksa, membersihkan, dan jika ada masalah mereka mengatasinya saat itu juga… (misal, masalah kebocoran gas karena ada yang tidak rapat atau lainnya)

Setelah pengontrolan selesai, mereka menjelaskan sejujur-jujurnya, apa ada yang perlu diganti atau tidak… Jika tidak ada yang perlu diganti, mereka pun tidak menawarkan produk apa-apa (Itu saya ketahui dari tetangga yang kompornya juga diperiksa, yang mengalami masalah tapi tidak perlu diganti)

Kebetulan saat itu, regulator gas di rumah saya ternyata bermasalah sehingga gas yang digunakan menjadi boros….. Tapi memang benar, gas di rumah saya terasa boros….

Barulah mereka menawarkan produk regulator mereka dengan menjelaskan manfaat dan kelebihannya…. Hasilnya, ibu saya membelinya….

Sebenarnya konsep memberi layanan gratis ini tak ubahnya dengan konsep menjual manfaat produk yang saya bahas di strategi promosi pemasaran…

Bedanya hanya dicara menggali kebutuhan/masalahnya saja yang dilakukan dengan cara praktek (layanan gratis)

Ibaratnya, konsumen akan lebih percaya dengan bukti nyata….

2. Menggunakan sampel produk gratis

Seperti yang saya katakan di atas, konsumen lebih percaya dengan bukti nyata…. Itu tak lepas dari karakteristik konsumen saat ini yang memiliki pengetahuan luas.

Salah satu cara (selain memberi layanan gratis) adalah dengan memberikan sampel, atau contoh untuk dicoba konsumen secara langsung.

Sekitar bulan Mei 2016, saya pernah membantu teman saya yang menjual minuman herbal untuk panas dalam dengan bahan baku buah dari cina. Perusahaan yang memproduksi minuman ini memang sudah terkenal, akan tetapi produknya masih tergolong baru.

Jadi, perusahaan ini memperkenalkan produknya dengan memberikan sampel gratis kepada konsumen, baik di pasar, sekolahan, maupun kantor dinas. Dengan tujuan memperkenalkan produk baru tersebut.

Dan hasilnya cukup bagus, produk jadi lebih dikenal dan ada peningkatan grafik dari penjualan minuman herbal tersebut di toko retail dan apotek di sekitar area pembagian sampel.

Mengapa saya bisa bilang cara pembagian sampel ini cukup efektif untuk meningkatkan omset penjualan dengan cepat?

Karena saya sudah membandingkannya sendiri dengan berjualan tanpa memberikan sampel gratis. Sangat sulit, meningat ini juga produk baru yang belum dikenal.

Nah paham kan mengapa cara ini bisa menjelaskan bagaimana cara memberikan bukti nyata tentang manfaat produkmu….

Contohnya kamu menjual obat herbal, kamu bisa menyajikan sampel untuk dicoba konsumen agar konsumen bisa merasakan sendiri manfaatnya….

Kamu memiliki bimbingan belajar, kamu bisa memberikan gratis satu kali untuk mencoba agar mereka bisa tahu bagaimana hasil dan cara mengajarnya…

 

3. Harga bersaing

Seharusnya harga berbanding lurus dengan kualitas. Karena harga sering dianggap menggambarkan kualitas….

Tapi, yang akan meningkatkan penjualan adalah kualitas sama atau lebih dari pesaing dengan harga di bawah yang standar kebanyakan (pesaing), meski itu sedikit.

Strategi harga produk yang bersaing ini sangatlah efektif.

Ibaratnya begini, Baju di Toko A memiliki kualitas A dengan harga 100.000

Sementara di Toko B, baju dengan merk sama dan kualitas A juga hanya dibanderol dengan harga 99.000

Selisihnya memang tidak banyak, tapi…. kamu harus sadar bahwa manusia adalah makhluk ekonomi, termasuk konsumenmu.

Dan secara rasional, mereka akan cenderung memilih baju dari toko B.

Mendapatkan hasil setinggi mungkin dengan biaya sekecil mungkin

Memang, bagi konsumen margin keuntungan per produknya lebih kecil, tapi akumulasi dari keseluruhan penjualan bisa lebih besar…. sebab…. pelanggan pesaingmu bisa saja beralih pada produkmu….

4. Free ongkos kirim

Saya kira untuk konsumen yang masih jangkauan satu kota, tidak ada salahnya kamu menerapkan sistem free ongkir….

tapi dengan minimal pembelian….

Dengan seperti itu, konsumen akan terangsang untuk membeli banyak…. (Terutama mereka yang tidak bisa pergi ke tempat usahamu)

Strategi harga produk satu ini memang tidak berkaitan dengan harga produk aslinya…. tapi,pada dasarnya, konsumen akan memandang harga produk tidak hanya meliputi harga yang tertera pada produk tersebut. Tapi juga keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh konsumen.

Contoh Free Ongkir dengan Minimal Order

5. Pembelian minimal dengan potongan harga

Dulu,ketika saya masih duduk di bangku perkuliahan, saya memiliki online shop yang menjual pakaian, jam tangan, dan camilan.

Saya selalu menerapkan semakin banyak jumlah produk yang dibeli, maka akan saya berikan potongan harga….

Tujuan awalnya, sebenarnya untuk mengurangi beban ongkos kirim yang diterima oleh konsumen.

Kamu tahu kan, kalau biaya ongkos kirim dianggap 1 Kg meski berat barangnya tidak sampai 1 Kg. Nah, agar konsumen saya yang kebanyakan reseller tidak terbebani terlalu banyak di biaya per produknya, saya sarankan untuk menaikkan jumlah pesanan dan saya sertai potongan harga.

Dampaknya sungguh luar biasa, konsumen atau reseller saya justru memesan dengan jumlah semakin banyak….

Bahkan, ketika saya beri penawaran untuk menambah jumlah pesanan lagi dengan tawaran potongan harga semakin besar, mereka bersedia menambah jumlah pesanannya….

Apakah saya tidak rugi dengan semakin banyak memberikan potongan harga?

Prinsipnya sama seperti strategi harga produk lainnya, margin keuntungan perproduk memang sedikit, tapi total keuntungan dari keseluruhan penjualan bisa meningkat.

6. Diskon

Saya kira, tidak perlu membahas tentang ini terlalu banyak….

Intinya, semakin tinggi nilai atau kualitas produkmu dan semakin besar diskon yang kamu berikan, maka peluang produkmu utnuk terjual semakin besar….

Nyatanya, strategi harga produk berupa diskon ini cukup ampuh entah apapun jenis produknya. Baik itu berupa barang ataupun jasa.

Baru-baru ini teman saya lebih sering memesan ojek online dari perusahaan A, padahal sebelumnya lebih sering memesan ojek online dari perusahaan B.

Ketika saya tanya alasannya, ternyata ojek online A sedang memberikan banyak promo diskon.

 

Contoh promo diskon

7. Voucher belanja

Voucher belanja tak jauh beda dengan yang lainnya…. berupa potongan harga…. Hanya saja, bentuknya berupa potongan pembayaran yang telah diakumulasikan…. Dan ketika dilakukan pembayaran….

Tapi harus memiliki syarat berupa voucher tersebut…

Contoh voucher belanja

8. Mengikat customer sebagai member

Maksud dari cara meningkatkan omset penjualan yang cepat dengan efektif satu ini adalah memberikan kemudahan bagi konsumen yang menjadi member dari usaha kita….

Seperti memberi bonus atau diskon…. Tujuannya, kemudahan tersebut membuat konsumen tak ingin menyia-nyiakan kemudahan yang diberikan…. Dengan begitu, bisa menjadi pelanggan tetap….

Seperti menjadi member lapangan futsal dengan fasilitas jadwal tetap sekali seminggu dan potongan harga 25%…..

Dengan begitu, minimal dalam seminggu kita sudah bisa memiliki kemungkinan pelanggan satu tim yang menggunakan lapangan futsal…. iya kan?

Nah, itu dia strategi harga produk yang bisa saya sampaikan untuk membantumu meningkatkan omset penjualan dengan cepat.

Jika ada yang ingin ditanyakan, didiskusikan atau ditambahkan, bisa melalui kolom komentar.

Baca juga Bab selanjutnya!

Promosi yang Tepat Sasaran Bisa Meningkatkan Omset Penjualan dengan Cepat

Kukuh Niam Ansori

Saya, Kukuh Niam Ansori, 26 tahun, Account Officer di BPR Lestari Jatim. Saya memiliki mimpi, untuk bisa membuka usaha sendiri dan membuka lapangan kerja sebanyak mungkin. Dalam blog ini, Saya akan membagikan apa yang sudah saya pelajari dan saya terapkan kepada pembaca blog Rintisan.Net, sehingga panduannya jadi lebih mudah untuk dipahami dan diterapkan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *