Cara Membuka Cabang Usaha (Melebarkan Pasar)

CARA MEMBUKA CABANG USAHA

Kamu sudah membaca cara mencari tempat usaha yang strategis, bukan?

Kalau belum, sebaiknya kamu baca lebih dulu!

Sekarang, saya asumsikan kamu sudah membaca artikel tentang cara mencari tempat usaha yang strategis, dan sudah paham!

Setelah itu,kita akan membahas tentang bagaimana membuka cabang usaha, atau bisa disederhanakan memiliki banyak tempat usaha yang strategis…. atau juga bisa dipersingkat dengan melebarkan pasar.

Akan tetapi, yang harus kamu ketahui bahwa istilah melebarkan pasar atau membuka cabang usaha tak melulu berhubungan dengan sebuah lokasi.

Ada satu pertanyaan!

Apakah membuka cabang usaha atau melebarkan pasar itu penting?

Jika kembali pada tujuan awal saya membuat dan kamu mencari artikel tentang cara meningkatkan omset penjualan dengan cepat… tentu saja ini penting….

Karena membuka cabang usaha baru bisa meningkatkan omset penjualan secara drastis…

Selebihnya, kita bisa langsung membahasnya

1. Cara Membuka Cabang Usaha dengan Memperbanyak lokasi atau outlet

Cara membuka cabang usaha ini sempat saya bahas pada cara mencari tempat usaha yang strategis…. Saat membahas studi kasus untuk membuka tempat usaha baru yang strategis meski telah memiliki nama dan pelanggan tetap….

Menurut saya, strategi satu ini bisa dibilang contoh nyata tentang cara meningkatkan omset penjualan yang efektif dengan cepat…

Sebab…. ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh….

  • Pasar menjadi semakin luas
  • Konsumen semakin bertambah
  • Omset cepat naik
  • Tentu saja keuntungan juga ikut naik
  • Dan… bila ada satu cabang (outlet) yang sepi atau merugi, tidak akan langsung bangkrut total…. Karena outlet yang lain masih bisa memberikan surplus untuk menutupi kerugian….

Coba lihat ilustrasi keuntungan berikut….

Ibaratnya saja kamu hanya memiliki satu outlet, dan profit atau keuntungan rata-ratanya hanya 300.000 per bulan…. Sangat kecil kan?

Tapi, bagaimana jika kamu memiliki sepuluh outlet?

300.000 x 10 outlet = 3.000.000 per bulan…. Sudah lebih besar dari UMK Malang 2017 ini bukan? Itu pun dengan asumsi keuntungan yang sangat kecil sekali…. 300.000 per bulan…

Bagaimana jika kamu sudah menerapkan lokasi yang strategis? Bisa jadi keuntunganmu lebih dari itu….

Kendala terbesar adalah biaya!

Benar saja!

Membuat lebih dari satu outlet tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

2. Membuka kerjasama franchise

Membuka cabang atau outlet baru sangat prospektif untuk meningkatkan omset penjualan…. Tapi, seperti yang saya bilang, kendala terbesar adalah biaya…

Bagaimana jika modalmu belum cukup? dan…. kamu bukan terlahir dari keluarga yang memiliki kemampuan finansial sugar daddy

Sebenarnya…. bisa saja kamu mengajukan pinjaman…. Itu sah sah saja untuk melakukan peminjaman modal guna mengembangkan usaha seperti membuka cabang….

Tapi… kalau kamu tidak berkenan, atau takut dikemudian hari tidak bisa melunasinya, kamu bisa menerapkan sistem franchise pada usahamu….

Kamu harus tahu, di luar sana ada banyak sekali pemilik modal yang ingin terjun di bidang usaha tapi tidak tahu harus usaha apa….

Saya rasa, usahamu bisa dijadikan opsi franchise untuk mereka terjun di dunia bisnis….

Memang…. jika dibandingkan dengan membuka outlet sendiri, keuntungannya pasti lebih kecil…

Sayangnya, itu salah satu pemikiran yang salah….

Begini…. misalnya kamu memiliki satu outlet pribadi dan satu outlet franchise…

Outlet pribadimu memberikan keuntungan 300.000

Sementara outlet franchise hanya 50.000

Jadi keuntungan totalmu hanya 350.000

Bertambah…. memang masih kecil….

tapi….

Kamu harus ingat, outletmu jika tanpa franchise hanya satu, karena kamu tidak punya uang untuk membuka cabang…. Jadi, keuntunganmu tanpa franchise hanya 300.000 itu kan?

Itu adalah simulasi berdasarkan share profit…. Ada banyak sistem kerjasama franchise yang bisa diterapkan… Seperti penyediaan ketergantuangan bahan baku, atau jenis kerjasama lainnya…. Kamu bisa berimprovisasi sendiri kerjasama seperti apa yang bisa memberikanmu keuntungan lebih tapi tidak merugikan rekan franchisemu….

Satu hal yang terpenting dalam membuka franchise…. buat usahamu memiliki branding yang bagus lebih dahulu agar calon rekan kerjasamamu percaya…..

3. Memasukkan produk ke toko-toko retail

Kamu tidak memiliki banyak uang untuk membuka cabang? Produkmu belum memiliki branding yang kuat di mata konsumen?

Ada satu solusi yang bisa diterapkan…. memasukkan produkmu ke toko retail yang bisa menerima produkmu…. umumnya masih sejenis tapi produkmu memiliki diferensiasi…

Contohnya: Kamu memiliki produk camilan… kamu bisa memasukkannya pada toko oleh-oleh….

Contoh lainnya, kamu memiliki produk kaos dengan desainmu sendiri…. kamu bisa memasukkannya pada distro atau toko baju lainnya kan?

Pertanyaannya, bagaimana cara memasukkannya…. kuncinya ada pada tawaran menarik yang kamu berikan….

  1. Potongan harga dan potensi keuntungan toko retail
  2. Kualitas produkmu
  3. Daya tarik produkmu mudah diterima konsumen atau tidak

Ada dua sistem yang bisa diterapkan untuk memasukkan produk ke toko retail….

  1. Sistem titip, kamu memasukkan produkmu tanpa kompensasi uang diawal… uangnya kamu peralah setelah dalam jangka waktu tertentu kamu melakukan kontrol ke toko tersebut dan akan dibayar sesuai jumlah produk yang laku….
  2. Sistem kompensasi, kamu menerima kompensasi di awal sebesar harga grosir produkmu yang telah kamu tawarkan….

Saya sangat menyarankan sistem kedua jika kamu tidak memiliki modal cukup…. Karena kamu harus dituntut untuk memutar modal…

Tapi, jika kamu memiliki modal lebih, sistem titip bisa diterapkan karena memiliki tingkat penerimaan oleh toko lebih tinggi daripada dengan sistem memberikan kompensasi diawal….

4. Menjual di market place

Apa itu market place?

Pasar?

yah…. bisa dibilang seperti itu….

Pasar sudah otomatis merupakan tempat yang strategis…. sudah memiliki nama, dan konsumen dengan sendirinya datang sendiri….

Saya membagi pasar menjadi 3 kategori,

  1. Pasar tradisional
  2. Pasar modern seperti supermarket atau minimarket
  3. Online market place

Untuk bisa memasukkan produk ke pasar tradisional, sistemnya tidak jauh berbeda dengan memasukkan ke toko retail….

Kendala dari pasar tradisional, lokasinya tidak terdiferensiasi dengan jelas, terkadang penjual sayur bisa saja berdekatan dengan penjual ikan….

Selain itu lokasinya terlalu luas, dan kurang terfokus….

Berbeda dengan pasar modern, selain tata letaknya sudah rapi dan lebih menarik, pencarian barangnya pun bisa lebih fokus…. Misal saja kamu sedang mencari sabun, pasti akan menuju di barisan produk alat mandi, bukan?

Satu lagi kelebihan dari pasar modern, yaitu memiliki banyak cabang, sehingga produkmu bisa tersebar dimana-mana dengan sendirinya…

Hanya saja, untuk masuk ke pasar modern tidaklah mudah… kamu harus bisa memenuhi syarat-syarat yang ketat yang ditetapkan oleh pasar tradisional…

Seperti Izin BPOM, sertifikasi halal, dan syarat-syarat lainnya….

Ini ada kutipan dari National UKM Buyer PT Trans Retail Indonesia Donny Augusta yang diterbitkan oleh finance.detik.com untuk bisa memasukkan produk ke Carrefour

“Bawa KTP, NPWP, Fotokopi halaman depan buku tabungan, keterangan dari dinas koperasi. Untuk produk pangan, harus dilengkapi dengan keterangan bebas kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan sertifikasi halal dari MUI,”

Itu hanya syaratnya saja… tahap selanjutnya masih ada proses seleksi….

Lalu…. bagaimana dengan online market place?

Saat ini…. online market place menjadi trend dikalangan pebisnis baik yang tadinya offline atau memang sudah bergerak secara online….

Selain memiliki konsumennya sendiri, online market place juga memberikan fasilitas lapak online untuk produk-produkmu….

Kemudahan dalam pendaftaran, dan bahkan gratis (atau tanpa biaya) sangat memotivasi para pengusaha untuk berbondong-bondong menjual produknya pada market place…

Jadi… jangan ketinggalan….

Berikut ini beberapa list market place dan bagaimana cara berjualannya….

5. Agen, Reseller dan Dropshipper yang dibina

Jika pada bab-bab sebelumnya kita membahas cara membuka cabang, menjadikan usaha kita franchise dan melakukan affiliasi marketing…. Cara meningkatkan omset penjualan yang efektif dengan cepat kali ini bisa dibilang cukup menjanjikan, efektif, dan effisien….

Sebab… pada dasarnya kita hanya perlu mencari agen/reseller/dropshipper, menyiapkan produk, lalu mengirimkan pesanan…. Untuk promosi dilakukan 100% oleh mereka….

Tapi….. dengan catatan mereka benar-benar kita bina….

Kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak pengusaha baru ketika mencoba menerapkan strategi ini, mereka hanya mengharapkan produknya dibeli banyak oleh agen/reseller/dropshipper…. menerapkan minimal order untuk pembelian pertama…. hanya peduli pada pembelian sekali itu, laku tidak laku para pengusaha itu lepas tangan….

Kesalahan fatal…. benar-benar fatal….

Bukannya dapat meningkatkan omset penjualan, mereka justru membuang kesempatan omset penjualan mereka naik secara jangka panjang….

Agar kesempatan itu tidak terbuang sia-sia…. seperti yang saya sampaikan di atas, agen/reseller/dropshipper itu butuh dibina….

Mengapa?

  • Pada umumnya, mereka ini pelaku baru…. tentu belum banyak mengetahui cara berbisnis atau marketing yang efektif….
  • Mereka perlu diikat secara emosional, dengan dibina secara baik mereka secara tanpa sadar akan muncul loyalitas dan semakin semangat berjualan….

Lalu…. bagaimana cara membina agen/reseller/dropshipper?

  1. Jadilah ramah dan berikan informasi selengkap-lengkapnya meskipun sebenarnya informasi itu sudah tercantum dalam website….. kebanyakan dari mereka bisa jadi saat membaca website tidak membaca lengkap, membaca lalu lupa, penyampaian informasinya tidak jelas, dan sekadar ingin memastikan dari produsennya langsung….
  2. Berikan fasilitas atau promo yang semakin memudahkan dan menambah semangat mereka untuk berjualan, seperti potongan harga, dan reward…
  3. Pandu mereka dari yang tidak bisa jualan sama sekali sampai bisa jualan, seperti memberikan tips-tips jualan, tips agar tidak di PHP pembeli yang seringnya hanya tanya ujung-ujungnya tidak beli, dan tips meningkatkan penjualan mereka….
  4. Berikan kepedulian pada mereka dengan tulus, seperti mencari cara untuk mengatasi ongkos kirim yang mahal jika lokasinya jauh, bisa dengan memberi potongan ongkos kirim, mencari harga ekspedisi termurah, mencari diskon harga pengiriman barang, dan termasuk secara jujur menceritakan ongkos kirim yang mahal pada mereka karena bisa menyebabkan margin keuntungan mereka menipis…. Ini agar mereka tidak menyesal di kemudian hari dan bisa menjadi agen/reseller/dropshippermu dalam jangka panjang

Sebaik-baiknya membina agen/reseller/dropshipper, tetap saja sulit untuk melakukan pengontrolan dan menjaga semangat mereka berjualan…..

6. Memiliki sales sendiri merupakan hal yang lebih baik daripada agen/reseller/dropshipper

Mengapa saya bilang begitu?

Karena kita bersentuhan langsung dan terikat kontrak sehingga bisa dikontrol dengan pelatihan dan sistem reward and punishment

  1. Pelatihan untuk menambah softskill
  2. Reward berupa insentive besar jika bisa memenuhi target
  3. Dan punishment jika mereka malas dan gagal memenuhi target

Pasti butuh modal besar jika ingin menggaji karyawan sebagai sales, bukan?

Saya rasa tidak juga, karena pada dasarnya sales digaji dari hasil apa yang mereka jual….

Sebagai contoh, target mereka sebulan 20 juta, lalu gaji mereka sebulan beserta insentivenya hanya 5 juta… dan 15 juta sisanya sudah mencakup biaya produk, akomodasi, transportasi dan keuntungan yang diperoleh perusahaan…

Tapi…. setidaknya, manajemen resiko itu perlu…. kamu tetap harus menyiapkan biaya untuk tiga bulan gaji awal sebagai cadangan….

Tidak mungkin kan sales berjualan meski tidak memenuhi target tidak kamu gaji? (kecuali sistem komisi- tapi saya rasa itu tidaklah etis)

Ilustrasinya seperti ini,

  • Sebulan pertama karena masih baru dan belum bisa memenuhi target
  • Bulan kedua untuk memberi kesempatan kedua
  • Bulan ketiga batas akhir, jika mereka gagal memenuhi target terpaksa harus dicut, atau putus hubungan kerja

Saya memiliki beberapa saran bagaimana cara membina sales…

  1. Jangan hanya mengevaluasi sales, tapi juga evaluasi sistem seperti penggajian, administrasi, produk, kemasan, dan lain sebagainya
  2. Setidaknya, minimal 5 kali kamu harus pernah terjun sendiri sebagai sales untuk tahu kendala yang bisa dievaluasi, dasar menentukan strategi, dan agar tidak dibodohi salesĀ  kalau kamu bisa memenuhi target sementara salesmu tidak, bisa jadi dia butuh dibina untuk teknik berjualan atau memang malas
  3. Mengawal sales secara langsung dalam beberapa kali itu perlu, agar tahu permasalahan teknik berjualan sales dan melakukan pembinaan secara langsung

Penutup

Saat ini, itu saja dulu yang bisa saya bagikan.

Jika ada yang ingin ditanyakan, didiskusikan, atau bahkan disharingkan bisa melalui kolom komentar

Kukuh Niam Ansori

Saya, Kukuh Niam Ansori, 26 tahun, Account Officer di BPR Lestari Jatim. Saya memiliki mimpi, untuk bisa membuka usaha sendiri dan membuka lapangan kerja sebanyak mungkin. Dalam blog ini, Saya akan membagikan apa yang sudah saya pelajari dan saya terapkan kepada pembaca blog Rintisan.Net, sehingga panduannya jadi lebih mudah untuk dipahami dan diterapkan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *